Hosting Unlimited Indonesia
Apakah Yakin Kita Sudah Beneran Merdeka Sepenuhnya
Motivasi

Apakah Yakin Kita Sudah Beneran Merdeka Sepenuhnya ?

anigif banner google ads - levidio cinematic
Bagikan Artikel Ini Ke :

Apakah Yakin Kita Sudah Beneran Merdeka Sepenuhnya ?

Tentang “ kemerdekaan ” tentu yang akan muncul dalam benak kita semua adalah peristiwa pada tanggal 17 Agustus 1945. Tercatat dalam sejarah bangsa Indonesia, bahwa pada tanggal tersebutlah negara kita memproklamasikan kemerdekaannya yang dipimpin langsung oleh presiden pertama kita yaitu Ir. Soekarno.

Tahun ini, usia kemerdekaan negara kita mencapai ke-74 tahun. Yang kemudian menjadi pertanyaan adalah, Bagaimana cara kita memaknai kemerdekaan negara ini? Apakah kita sudah betul-betul memahami perjuangan para pahlawan untuk mencapai kata merdeka itu atau kita bersifat apatis karena menganggap catatan sejarah hanya membuat kita untuk selalu melihat ke belakang ?

Apakah saat ini kita sudah merasakan kemerdekaan yang sebenarnya? Lantas, apa itu kemerdekaan yang sebenarnya? Sebelum terlalu dalam membahas tentang kemerdekaan yang sebenarnya, mari kita pahami dulu apa itu arti kata “merdeka”.

Merdeka berarti: bebas dari perhambaan, penjajahan dan sebagainya, dalam Kamus Bahasa Indonesia berarti berdiri sendiri; tidak terikat; tidak tergantung pada sesuatu yang lain. Sedangkan kemerdekaan berarti keadaan (hal) berdiri sendiri (bebas, lepas, tidak terjajah lagi, dsb). Jika telah memahami kedua kata tersebut, maka sekarang saatnya untuk memaparkan tentang kemerdekaan yang sebenarnya.

Apakah Yakin Kita Sudah Beneran Merdeka Sepenuhnya ?

Kemerdekaan bukan hanya tentang mengibarkan bendera di lapangan, di dalam laut, di puncak gunung (seperti yang sering dilakukan setiap tahunnya). Kemerdekaan bukan sebuah formalitas untuk mengibarkan bendera merah putih jika arti merdeka yang sebenarnya tidak dapat dipraktikan. Sadarkah kita bahwa ternyata perkembangan zaman dan kehidupan sosial telah merubah arti Kemerdekaan bangsa Indonesia.

Jika dulu yang menjajah kita adalah bangsa asing yang tergiur dengan berlimpahnya sumber daya alam yang kita miliki, kenyataan yang terjadi sekarang adalah kita dijajah oleh orang-orang kita sendiri.

Bukan menjajah secara fisik seperti para penjajah terdahulu memang, namun menjajah secara pemikiran di mana mereka yang tergiur akan kemewahan lebih mengutamakan diri sendiri, atau golongannya sampai lupa bahwa mereka dipilih oleh rakyat yang mereka telah jajah.

Semboyan yang selalu diucap setiap kampanye yaitu “dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat” berganti menjadi “dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk diri sendiri” ketika mereka telah mendapatkan apa yang mereka impikan. Bukan hanya itu, nyatanya Indonesia masih saja terjajah dari bangsa lain namun terjajah secara halus. Kita dijajah bukan lagi menggunkana kekerasan.

Seperti dijajah melalui kemajuan teknologi yang semakin membuat generasi muda terbuai dan terlena hingga lupa akan waktunya belajar, lupa waktunya beribadah, dan terbawa akan arus budaya asing hingga lupa akan norma-norma budaya sendiri. Dasar negara seolah sudah lapuk termakan zaman, pemahaman yang tidak tempat membuat bangsa ini mudah terprovokasi oleh pihak lain yang menginginkan ketidak harmonisan bangsa.

Apakah Yakin Kita Sudah Beneran Merdeka Sepenuhnya ?

Jika sudah begini siapa lagi yang harus kita salahkan dan apabila telah disalahkan, akankah dia sadar dan mau bertanggung jawab? Saya meragukannya. Contoh sederhana tentang perpecahan yang terjadi di dalam negara kita tercinta ini yaitu: tawuran pelajar yang menjadi jawaban atas pencarian jati diri yang dilakukan oleh generasi mudah yang harusnya berpendidikan.

anigif banner google ads sexy shop

Perdebatan-perdebatan yang dilakukan oleh oknum tertentu hanya untuk membela individu atau suatu golongan dan tidak ada manfaatnya sedikit pun untuk masyarakat banyak. Dan ada pula pembakaran dan perusakan tempat ibadah dengan tujuan untuk mengadu domba karena unsur agama adalah unsur sensitif yang mudah terprovokasi.

Ingatkah kalimat KH. Abdulrahman Wahid, “Tidak penting apa pun agama atau sukumu. Kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak pernah tanya apa agamamu.” Apakah ketika diri sendiri mengutamakan ego tanpa peduli apa yang ada di sekitarnya dan tanpa peduli dampak yang akan terjadi setelahnya, mampu membuktikan bahwa bangsa itu telah merdeka?

Setahu saya, bukan hanya ada satu pahlwan yang kita kenal, bukan hanya ada satu orang yang melawan penjajah, dan bukan karena perjuangan Ir. Soekarno sendiri sehingga mampu memploklamirkan kemerdekaan Indonesia. Indonesia bukan tentang si kaya dan si miskin, Indonesia bukan tentang Islam, Kristen, Hindu, Budha, Indonesia bukan hanya terdiri dari kota A atau kota B, Indonesia adalah Bhinneka Tunggal Ika.

Selama persatuan Indonesia menjadi perbedaan dan selama perbedaan berusaha untuk disamakan dengan cara anarkis, Indonesia tidak akan pernah merdeka. Dan jika suatu saat Indonesia dijajah lagi oleh bangsa asing, apakah perbedaan itu masi penting?.

Apakah Yakin Kita Sudah Beneran Merdeka Sepenuhnya ?

Lantas apa yang harus kita lakukan sekarang untuk memperbaiki segala jenis masalah yang muncul dalam negara ini sehingga membuat kemerdekaan negara bukanlah kemerdekaan sebenarnya?

Jika sebagian orang berpendapat bahwa memperbaiki pemerintahannya, saya justru lebih setuju untuk mengatakan, “Tidak perlu menyibukkan diri untuk memperbaiki apa yang sudah ada karena sebesar apa pun usaha kita untuk memperbaiki tentu tidak akan menjadi baik seperti semula, tetap akan ada cacat kecil yang justru akan memengaruhi secara keseluruhan.

Saya lebih mendukung jika sekarang, kita menyibukkan diri untuk mempersiapkan para generasi muda yang nantinya akan menggantikan pemerintahan yang sudah ada. Jika kita telah mampu menanamkan rasa nasionalisme pada para generasi muda dengan cara menyeimbangkan antara agama dan perjuangan sejarah maka hal itu dapat menciptakan generasi-generasi penerus bangsa yang mampu membawa bangsa Indonesia jauh lebih baik dari hari ini.”

Meskipun pendidikan di Indonesia tak jarang tidak dapat disentuh oleh sebagian generasi muda bangsa, namun ada orang-orang biasa yang memiliki jiwa nasionalisme luar biasa yang tentu tidak tega melihat keadaan negara saat ini dan mengimpikan suatu perubahan besar kedepannya dengan rela hati, sepenuh jiwa mengabdikan diri mereka agar turut menciptakan generasi muda luar biasa.

Perubahan akan terjadi apabila adanya suatu pergerakan, tidak ada kata terlambat untuk sebuah perubahan besar yang mampu membawa negara kita lebih baik lagi. Ingatlah bahwa perjuangan tidak berakhir pada masa proklamasi, karena sesungguhnya masa proklamasi justru baru membawa kita melewati gerbang perjuangan.

Masih ada perjuangan-perjuangan selanjutnya yang harus dilakukan sampai kita mampu masuk ke dalam istana kemerdekaan dan merasakan merdeka yang sebenarnya.

Jadi Apakah Yakin Kita Sudah Beneran Merdeka Sepenuhnya ?

Express Your Reaction
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry

Bagikan Artikel Ini Ke :
anigif umroh al kaunain - banner google ads
Hosting Unlimited Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.